Showing posts with label ANALOG. Show all posts
Showing posts with label ANALOG. Show all posts
on Thursday, 16 January 2014
Malam ....
materi berikut ini tentang transistor FET.

Perbedaan transistor BJT dan transistor FET
BJT selalu memerlukan arus basisI, walaupun arus ini kecil, tetapi tidak  bisa diabaikan, terutama sekali saat BJT digunakan sebagai saklar, pasti dibutuhkan arus yang cukup besar untk membuat transistor jenuh. Sedangkan Dengan  perantaraan FET, kita dapat menghubungkan peralatan komputer atau transduser yang tidak bisa menghasilkan arus, dengan alat yang lebih besar.
FET bisa digunakan sbg bufer, sehingga tidak membutuhkan arus dari komputer/trasduser. 
Teknologi modern pembuatan IC, ternyata dimensi transistor FET bisa dibuat sangat kecil, sehingga pembuatan IC saat ini berdasarkan transistor FET ini.

Jenis-jenis FET
      JFET (Junction FET)
      MOSFET (Metal Oxide Silikon FET)
      PMOS ( MOS saluran P)
      NMOS (MOS saluran N)

FET
Parameter FET : ID, VGS, VDS
Dasar pemikiran FET:
Ada arus  ID = IS yang mengalir melalui saluran, yang besarnya saluran dikendalikan oleh tegangan VGS
Karena arus lewat saluran (yang berupa hambatan) maka ada tegangan VDS.  

Junction FETs



JFET saluran N


Daerah deplesi membesar dengan bertambahnya tegangan balik


KURVA KARAKTERISTIK Junction FET


Hubungan VGS dan ID:
k    :    konstanta
VP  :   tegangan pinch-off atau threshold.
 Arus dibatasi hanya saat tegangan VGS = 0

Junction FET – Sumber Arus
Kurva tak dipengaruhi tegangan VDSArus hanya dipengaruhi VGS bukan VDSRS membuat VGS selalu negatip.
Misalnya  RS = 4K,  à VGS = -4 V.
Arus di Rload  = 1 mA.

KURVA VDS-ID Junction FET

 
Ada dua daerah operasi :
            saturation

            linear.

MOSFET 
MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor) merupakan salah satu jenis transistor yang memiliki impedansi masukan (gate) sangat tinggi  (Hampir tak berhingga) sehinnga dengan menggunakan mosfet sebagai saklar elektronik, memungkinkan untuk menghubungkannya dengan semua jenis gerbang logika. Dengan menjadikan mosfet sbg saklar, maka dapat digunaka untuk mengendalikan beban dengan arus yang tinggi dan biaya yng lebih murah drpada transistor bipolar. Untuk membuat mosfet sbg saklar maka hanya menggunakn mosfet pada kondisi saturasi (ON)dan kondisi cut-off (OFF).

Kurva karakteristik MOSFET

Wilayah Cut-Off MOSFET
Pada daerah off (cut-off) mosfet tidak men dapat kan tegangan input (Vin=0) sehingga tidak ada ada arus drain Id ang mengalir. Kondisi ini akan membuat tegangan Vds=Vdd. Dengan beberapa kondisi di atas maka pada daerah off ini mosfet dikatakan FULL OFF.
Kondisi cut-off ini dapat diperoleh dengan menghubungkan jalur input (gate) ke gnd, sehingga tidak ada tgangn input \yang masuk kerangkaian saklar MOSFET. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Karakteristik MOSFET pada daerah CUT OFF Antara lain sbb.
  1. Input gate tidak mendapat tegangan bias krna terhubung ke gnd (0V)
  2. Tegangan gate lebih rendah dari tegangan threshold (Vgs<Vth)
  3. MOSFET OFF (Fully-Off) pada daerah cut off.
  4. Tidak ada arus drain yang mengalir pada MOSFET
  5. Tegangan output Vout=Vds=Vdd
  6. Pada daerah cut-off Mosfet dalam keadaan open circuit

Wilayah Saturasi (MOSFET ON)
Pada daerah saturasi MoSFET mendapatkan bias input (Vgs) secara  maksimum sehingga arus drain pada MOSFET juga akan maksimum dan membuat tegangan Vds=0. Pada kondisi satrasi ini MOSFET dapat dikatakan dalam kondisi ON  secara penuh (Fully-On).
Gambar rangkaian MOSFET sbg saklar dalam kondisi ON 

Karakteristik MOSFET pada kondisi ON adalah sbb.
1.    Tegngan input gate (Vgs) tinggi
2.    Tegangan input gate (Vgs) lebih tinggi dari tegangan treshold (Vgs>Vth)
3.    MOSFET ON pada daerah saturasi
4.    Tegangan drain dan source ideal (Vds) pada daerah saturasi  adalah 0V (Vds=0v)
5.    Resistansi drain dan source sangat rendah (Rds < 0.1ohm)
6.    Tegangan output = Vds = 0.2 V (Rds.Id)
7.    MOSFET dianalogikan sebagai saklar kondisi tertutup


on Tuesday, 17 December 2013
A.  Rangkaian Integrator


Gambar 1.1 Signal Output dari Rangkaian Integrator
Rangkaian Integratori terdiri dari sebuah kapastor dan resistor yang dihub.kan. Sebuah signal pulsa diberikan pada input rangkaian. Ketika input naik secara mendadak dari 0 naik ke maksimum, kapasitor charge secara eksponensial melalui resistor. Ketika pulsa masukan berubah dari maksimum ke 0 secara mendadak maka kapasitor akan discharge secara eksponensial sampai 0. Proses ini berulang untuk masing-masing pulsa masukkan.
Gambar 1.2 Rangkaian Integrator
Salah satu aplikasi dari LM741 adalah sebagai rangkaian integrator, dimana rangkaian ini mirip dengan rangkaian Low Pass Fillter yang mampu melewatkan frekuensi jika di bawah frekuensi cut off-nya. Prinsip kerja pada rangkaian integrator ini adalah jika frekuensi keluaranny  naik, maka akan mengakibatkan turunnya reaktansi kapasitif dari kapasitor dan dengan cara kerja seperti inilah rangkaian integrator mampu menghilangkan inputan dengan frekuensi tinggi yang masuk ke inputannya. Persamaan atau rumus untuk mencari Vo adalah sebagai berikut.
Dimana :
R1 = Tahanan (Ohm)
CF = Kapasitor feedback (Farad)
Vin = tegangan pada masukkan rangkaian (Volt)
t = waktu (s)

Sementara itu jika ingin mengetahui respon frekuensi yang dapat dilewatkan oleh rangkaian tersebut adalah dengan cara menggunakan rumus mencari frekuensi cut-off.

Sehingga ketika frekuensi dari inputan melebihi dari frekuensi cut-off, frekuensi tersebut akan dilemahkan. Akan tetapi ketika frekuensi inputan di bawah frekuensi cut-off, tegangan keluaran akan bertambah secara ekponensial. Setelah diadakan sebuah  percobaan dengan menggunakan rangkaian integrator didapatlah sebuah grafik seperti dibawah ini.


A.  Rangkaian Differensiator
Gambar 1.3 Rangkaian Differensiator
Dengan meletakkan kapasitor diawal inputan dari sebuah op amp, dapat menghasilkan sebuah rangkaian seperti rangkaian High Pass Fillter. Untuk mampu melewati kapasitor, tegangan masukan harus memiliki frekuensi yang tinggi diatas frekuensi cut-off, sehingga dengan frekuensi yang tinggi reaktansi dari kapasitor akan rendah dan arus pun dapat masuk ke inputan Op amp. Jika frekuensi yang masuk lebih rendah dari frekuensi cut-off, maka arus tidak dapat masuk. Persamaan rumus untuk mencari Vo pada rangkaian differensiator adalah sebagai berikut.
                                             Dimana :
R1 = Tahanan (Ohm)
CF = Kapasitor feedback (Farad)
Vin = tegangan pada masukkan rangkaian (V)
t  = waktu (s)

Sementara jika kita ingin mengetahui respon frekuensi yang dapat dlewatkan oleh rangkaian tersebut adalah dengan cara menggunakan rumus mencari frekuensi cut-off.
Sehingga ketika frekuensi dari inputan melebihi dari frekuensi cut-off, frekuensi tersebut akan dilemahkan. Akan tetapi ketika frekuensi inputan dibawah frekuensi cut-off, tegangan keluaran akan bertambah secara ekponensial. Setelah diadakan sebuah  percobaan dengan menggunakan rangkaian differensiator didapatlah sebuah grafik seperti dibawah ini.

Berikut merupakan gambar signal output Differensial.
Gambar 1.4 Signal Output Rangkaian  Differensiator
#NHS :) 
on Thursday, 17 October 2013
Assalamualaikum :) .....
ini dia hasil praktikum analog saya ...
silahkan klik link di bawah ini :D untuk men-download praktikum tersebut ..
http://www.mediafire.com/download/uvu3m770ms6264r/Praktikum_analog.zip

Terima Kasih :)
#NHS 
on Thursday, 3 October 2013


Komparator Open Loop
Rangkaian komparator  open loop digunakan untuk membandingkan dua input op amp, outputnya hanya ada dua kondisi yaitu +Vsat atau –Vsat.
 

Rounded Rectangle: VOUT=-Vsat jika V1>V2
VOUT=+Vsat jika V1<V2


Bila tegangan pada input inverting (V1) lebih positif dari tegangan pada input non inverting (V2), maka outputnya akan sama dengan –Vsat.
Bila tegangan pada input inverting (V1) lebih negatif dari tegangan pada input non inverting (V2), maka outputnya akan sama dengan +Vsat.

Contoh :

1.   1. Diketahui Vsat untuk LM741 adalah  untuk tegangan sumber (Vs). Jika Vi1=-0.5 V dan Vi2=0 V, tentukan nilai Vo ???
 
 



Jawab :
   
 
 
 
Maka,  




1.      2. Sebuah komparator open loop diberi input gelombang segitiga seperti pada gambar dibawah. Gambarkan bentuk sinyal outputnya !
 

 




Jawab :

Komparator Closed Loop

























Jika pada komparator open loop nilai tegangan outputnya selalu +Vsat atau –Vsat, maka pada komparator closed loop nilai tegangan outputnya dapat kita atur sesuai keinginan kita dengan cara mengubah resistansi Ro dan Ri.
 
Oval: Jika V2=V1 ,maka Vo=0 
Jika V2<V1 ,maka Vo<0 
Jika V2>V1 ,maka Vo>0



Tegangan outputnya akan berlawanan phasa dan merupakan selisih antara kedua inputnya, dan ditentukan dengan persamaan :
 







Jika Ro1=Ro2=Ri1=Ri2,            maka :       Vout = V2 – V1


Komparator closed loop dapat memberikan penguatan jika perbandingan Ro1 dan Ri1 sama dengan perbandingan R02 dan Ri2 sehingga tegangan outputnya adalah :



 





Diketahui Vsat untuk LM741 adalah ± 13 V untuk tegangan sumber (Vs) ± 15V. Jika Vi1 = 3 V dan Vi2 = 4 V, Ri1=1KOhm, Ri2=3.3 Kohm, Ro1=10KOhm, Ro2=33K Ohm. Tentukan berapakah nilai Vo ?
 

Jawab :